BeritaNasional

Siswi SMA Pontianak yang Protes Juri LCC MPR Dapat Tawaran Beasiswa ke China

109
Sumber foto : Liputan6.com
Sumber foto : Liputan6.com

Toyotacibinong.id – Nama Josepha Alexandra, siswi kelas XI SMA Negeri 1 Pontianak, menjadi sorotan publik usai videonya dalam ajang Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI 2026 viral di media sosial.

Dalam perlombaan tingkat Provinsi Kalimantan Barat tersebut, Josepha sempat memprotes keputusan dewan juri karena merasa jawaban yang ia berikan sebenarnya benar namun dinilai salah. Momen ketika Josepha mempertahankan jawabannya dengan tegas mendapat dukungan luas dari masyarakat dan warganet.

Polemik penilaian tersebut akhirnya menarik perhatian berbagai pihak hingga Josepha diundang ke Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia pada Selasa, 12 Mei 2026.

Rifqinizamy Tawarkan Beasiswa Kuliah Gratis ke China

Josepha Dijanjikan Peluang Kerja di Perusahaan Multinasional

Ketua Komisi II DPR, Rifqinizamy Karsayuda, menyatakan akan memberikan beasiswa pendidikan sarjana kepada Josepha untuk melanjutkan studi di China.

Tidak hanya itu, Josepha juga disebut akan mendapatkan peluang kerja di perusahaan multinasional setelah menyelesaikan pendidikannya di luar negeri.

Rifqinizamy mengaku bangga terhadap sikap Josepha yang dinilai berani mempertahankan pendapat dan menunjukkan semangat pantang menyerah dalam kompetisi tersebut.

Menurutnya, peristiwa yang dialami Josepha dapat menjadi pelajaran penting sekaligus inspirasi bagi pelajar lainnya.

MPR RI Sampaikan Permintaan Maaf atas Polemik Penjurian

Dewan Juri LCC Dinonaktifkan

Menanggapi polemik yang berkembang, Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia, Abcandra Muhammad Akbar Supratman, menyampaikan permohonan maaf atas kesalahan penilaian dalam final LCC Empat Pilar MPR RI 2026 di Kalimantan Barat.

Ia menegaskan MPR akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem perlombaan maupun kinerja dewan juri agar kejadian serupa tidak kembali terjadi pada masa mendatang.

Sebagai tindak lanjut, pihak MPR juga memutuskan menonaktifkan dewan juri yang bertugas dalam kompetisi tersebut. Nama juri yang menjadi sorotan publik ialah Indri Wahyuni dan Dyastasita Widya Budi.

Selain itu, pembawa acara atau MC lomba, Shindy Lutfiana, turut menyampaikan permintaan maaf kepada peserta dan masyarakat terkait kontroversi penilaian yang ramai diperbincangkan di media sosial.

Dukungan Publik Mengalir untuk Josepha Alexandra

Sikap Tegas Josepha Dinilai Menginspirasi

Respons publik terhadap Josepha terus mengalir sejak video protesnya viral di internet. Banyak warganet menilai keberaniannya menyampaikan keberatan secara langsung menunjukkan sikap kritis dan percaya diri.

Peristiwa tersebut juga memicu diskusi luas mengenai profesionalisme penjurian dalam kompetisi pelajar serta pentingnya objektivitas dalam proses penilaian lomba tingkat nasional.

Exit mobile version