BeritaNasional

Prabowo Tegaskan Larangan Laporan Palsu: Pejabat Diminta Sampaikan Data yang Jujur

189
Sumber foto : detik.com
Sumber foto : detik.com

Toyotacibinong.id – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, mengingatkan seluruh jajaran pemerintah agar tidak memberikan laporan yang tidak sesuai fakta. Ia menegaskan bahwa setiap laporan yang disampaikan kepada pimpinan harus berdasarkan kondisi nyata, bukan sekadar laporan yang dibuat untuk menyenangkan atasan.

Peringatan tersebut disampaikan Prabowo saat menghadiri acara peringatan satu tahun Danantara Indonesia yang berlangsung di Wisma Danantara, Jakarta Selatan, pada Rabu (11/3/2026).

Dalam kesempatan itu, Presiden menegaskan bahwa transparansi dan kejujuran dalam pelaporan sangat penting untuk memastikan pengambilan kebijakan berjalan tepat sasaran.

Fokus pada Pengelolaan Aset Negara

Danantara Disebut Setara dengan Sovereign Wealth Fund Dunia

Prabowo menyampaikan bahwa dirinya ingin lebih fokus pada hal-hal strategis, terutama yang berkaitan dengan pengelolaan kekayaan negara.

Ia menilai keberadaan Danantara merupakan langkah besar bagi Indonesia karena lembaga tersebut memiliki fungsi yang serupa dengan sovereign wealth fund di berbagai negara.

Menurut Prabowo, Indonesia patut bersyukur karena kini memiliki lembaga pengelola dana kekayaan negara yang dinilai termasuk salah satu yang terbesar di dunia.

Selain itu, ia menilai kinerja pengelolaan dana negara selama satu tahun terakhir menunjukkan perkembangan yang positif.

Prabowo Tegaskan Tidak Toleransi Manipulasi Laporan

Presiden Minta Laporan Disampaikan Apa Adanya

Meski mengapresiasi sejumlah capaian yang telah diraih, Prabowo mengaku masih menghadapi kesulitan untuk mendapatkan laporan yang benar-benar akurat.

Karena itu, ia secara tegas memperingatkan agar tidak ada pihak yang mencoba memanipulasi data atau menyampaikan laporan yang hanya bertujuan menyenangkan pimpinan.

Presiden menekankan bahwa laporan yang tidak jujur dapat menghambat proses pengambilan keputusan serta berpotensi merugikan pengelolaan aset negara.

Ia meminta seluruh pejabat pemerintah untuk menyampaikan informasi secara transparan dan bertanggung jawab.

Kinerja Pengelolaan Aset Dinilai Meningkat Signifikan

Return on Asset Naik Lebih dari 300 Persen

Di sisi lain, Prabowo mengungkapkan bahwa sejumlah laporan yang diterimanya menunjukkan perkembangan yang cukup menggembirakan.

Salah satu indikator yang disorot adalah peningkatan return on asset (RoA) pada tahun 2025 yang disebut meningkat lebih dari 300 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Pencapaian tersebut dinilai sebagai bukti bahwa pengelolaan yang baik, manajemen yang disiplin, serta komitmen kuat dalam tata kelola dapat menghasilkan kinerja yang lebih optimal.

Transparansi Jadi Kunci Pengelolaan Dana Negara

Prabowo menegaskan bahwa pengelolaan aset negara membutuhkan integritas serta komitmen yang kuat dari seluruh pihak yang terlibat.

Menurutnya, transparansi dalam pelaporan menjadi faktor penting agar pemerintah dapat mengambil keputusan yang tepat dalam mengelola kekayaan negara.

Ia berharap seluruh pejabat dan pengelola lembaga negara dapat bekerja dengan penuh tanggung jawab demi memastikan pengelolaan aset negara memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat Indonesia.

Exit mobile version