BeritaInternasional

Trump Sebut Kuba Bisa Jadi Target Berikutnya, Ketegangan AS-Kuba Kembali Memanas

140
Sumber foto : Liputan6.com
Sumber foto : Liputan6.com

Toyotacibinong.id – Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali memicu perhatian global setelah melontarkan pernyataan yang menyinggung Kuba sebagai “target berikutnya”. Ucapan tersebut disampaikan saat ia berbicara dalam forum investasi internasional FII Priority di Miami, Florida, pada Jumat (27/3/2026).

Dalam pidatonya, Trump menekankan bahwa gerakan politiknya mengedepankan kekuatan dan kemenangan, termasuk dalam konteks kebijakan militer Amerika Serikat.

Sinyal Ancaman yang Disampaikan dengan Candaan

Pernyataan yang Menuai Reaksi

Trump sempat menyebut “Kuba berikutnya” sebelum kemudian meminta pernyataannya diabaikan. Meski demikian, ia kembali mengulang ucapan tersebut yang disambut reaksi beragam dari para peserta forum.

Ia juga menegaskan bahwa kekuatan militer yang dimiliki AS terkadang memang perlu digunakan dalam situasi tertentu.

Tanpa Penjelasan Rinci

Hingga kini, tidak ada penjelasan detail dari Trump mengenai maksud atau rencana konkret terhadap Kuba. Namun, pernyataan tersebut dinilai mempertegas sikap keras pemerintahannya terhadap negara tersebut.

Hubungan AS dan Kuba Kian Tegang

Tekanan Ekonomi dan Politik

Dalam beberapa waktu terakhir, Kuba menghadapi tekanan yang meningkat dari Washington. Kebijakan seperti pembatasan pasokan energi serta wacana penguatan kontrol AS di kawasan Amerika Latin kembali mencuat.

Hubungan kedua negara yang sempat membaik kini kembali mengalami ketegangan sejak Trump memasuki masa jabatan keduanya.

Respons Pemerintah Kuba

Presiden Kuba Miguel Díaz-Canel menegaskan bahwa negaranya siap menghadapi tekanan dari pihak luar. Ia menyatakan bahwa setiap bentuk agresi akan mendapat perlawanan dari rakyat Kuba, meskipun negara tersebut tengah menghadapi tantangan internal seperti krisis listrik.

Latar Belakang Hubungan Historis

Warisan Konflik Lama

Hubungan antara Amerika Serikat dan Kuba telah lama diwarnai ketegangan sejak Revolusi Kuba 1959 yang dipimpin oleh Fidel Castro. Sejak saat itu, embargo ekonomi AS terhadap Kuba masih menjadi salah satu faktor utama dalam hubungan kedua negara.

Peluang Dialog Tetap Ada

Meski situasi memanas, pihak Kuba sebelumnya menyatakan masih terbuka untuk berdialog dengan Washington. Namun, mereka menegaskan bahwa sistem politik negara tidak menjadi bagian dari negosiasi.

Misi Kemanusiaan Tetap Berjalan

Kapal Bantuan Ditemukan Selamat

Di tengah ketegangan tersebut, dua kapal bantuan kemanusiaan yang sempat hilang kontak, yakni Friendship dan Tigger Moth, berhasil ditemukan dalam kondisi aman oleh Angkatan Laut Meksiko.

Bawa Bantuan Penting ke Havana

Kedua kapal tersebut membawa pasokan penting seperti obat-obatan, bahan makanan, dan panel surya untuk masyarakat Kuba. Seluruh awak dilaporkan selamat dan melanjutkan perjalanan menuju Havana.

Exit mobile version