Toyotacibinong.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi hujan ekstrem yang diprediksi masih akan terjadi dalam beberapa hari ke depan. Salah satu langkah utama yang dilakukan adalah memaksimalkan operasional ratusan pompa air di seluruh wilayah ibu kota guna mengurangi risiko genangan dan banjir.
Upaya ini dilakukan menyusul peringatan dini dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait potensi cuaca ekstrem pada periode 22–26 Januari 2026.
Ratusan Pompa Dikerahkan di Lima Wilayah Jakarta
Sekretaris Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta, Nugraharyadi, menjelaskan bahwa Pemprov mengoperasikan 668 unit pompa permanen yang tersebar di 243 titik strategis, serta 536 pompa mobile untuk menjangkau area yang belum terlayani sistem stasioner.
Pompa Mobile Jadi Andalan Lokasi Rawan Genangan
Pompa bergerak disiapkan khusus untuk daerah yang memiliki risiko tinggi banjir, terutama kawasan padat penduduk dan wilayah cekungan. Alat ini dapat dipindahkan dengan cepat sesuai kebutuhan di lapangan, sehingga respons terhadap genangan bisa dilakukan lebih cepat.
Selain pompa, Pemprov DKI juga menyiagakan 3.880 personel pasukan biru yang bertugas memastikan saluran air, kali, dan drainase tetap berfungsi optimal selama hujan lebat berlangsung.
BMKG: Hujan Lebat Hingga Ekstrem Masih Mengintai
BMKG memperingatkan bahwa hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat berpotensi mengguyur Jakarta dan wilayah sekitarnya akibat gangguan dinamika atmosfer.
Faktor Penyebab Cuaca Ekstrem
Plt Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Andri Ramdhani, menyebutkan beberapa faktor utama penyebab hujan ekstrem, di antaranya:
-
Bibit Siklon Tropis 97S di Samudra Hindia selatan Indonesia
-
Penguatan Monsun Asia dan seruakan udara dingin dari daratan Asia
-
Aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO), gelombang Rossby, dan Kelvin
-
Kelembapan udara tinggi yang mempercepat pembentukan awan hujan
Kombinasi faktor tersebut memicu pertumbuhan awan Cumulonimbus yang berpotensi menimbulkan hujan deras, kilat, dan angin kencang.
Masyarakat Diimbau Tetap Waspada dan Pantau Informasi Resmi
BMKG mengingatkan bahwa kondisi cuaca bersifat dinamis dan dapat berubah sewaktu-waktu. Masyarakat diminta untuk selalu memantau informasi resmi, menghindari aktivitas luar ruangan saat hujan lebat, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko banjir dan genangan.
Pemprov DKI Jakarta menegaskan akan terus melakukan evaluasi harian dan memperkuat koordinasi antarinstansi agar dampak hujan ekstrem bisa diminimalkan dan aktivitas warga tetap berjalan aman.
