BeritaNasional

Kecelakaan Kereta di Bekasi: Green SM Beri Penjelasan soal Taksi yang Terlibat

107
Sumber foto : detik.com
Sumber foto : detik.com

Toyotacibinong.id – Perusahaan transportasi Green SM Indonesia akhirnya menyampaikan tanggapan atas insiden kecelakaan kereta di kawasan Bekasi Timur yang terjadi pada Senin malam (27/4/2026). Peristiwa tersebut diduga bermula dari kendaraan taksi yang bersinggungan dengan KRL di perlintasan sebidang.

Dalam keterangan resminya melalui media sosial, pihak perusahaan menyatakan perhatian serius terhadap kejadian yang melibatkan salah satu armadanya dengan kereta yang melintas di sekitar lokasi.

Komitmen Kooperatif dalam Proses Investigasi

Dukung Penyelidikan Pihak Berwenang

Green SM menegaskan pihaknya bersikap terbuka dan siap bekerja sama dengan aparat terkait untuk mengungkap penyebab pasti kecelakaan. Informasi yang dibutuhkan telah disampaikan guna mendukung proses investigasi yang masih berjalan.

Keselamatan Jadi Prioritas

Perusahaan juga menekankan bahwa aspek keselamatan menjadi fokus utama dalam operasional mereka. Evaluasi serta peningkatan standar layanan disebut akan terus dilakukan demi mencegah kejadian serupa di masa mendatang.

Kronologi Awal Versi KAI

KRL Terhenti Akibat Insiden Taksi

Sebelumnya, pihak PT Kereta Api Indonesia (KAI) menjelaskan bahwa KRL sempat berhenti di jalur rel setelah mengalami insiden dengan sebuah kendaraan taksi di perlintasan dekat Bulak Kapal. Situasi tersebut menyebabkan perjalanan kereta terganggu.

Tabrakan dengan Kereta Jarak Jauh

Dalam kondisi berhenti, KRL kemudian tertabrak oleh kereta jarak jauh Argo Bromo Anggrek yang melaju dari arah belakang. Benturan tersebut mengakibatkan kerusakan serius dan korban jiwa.

Dampak dan Penanganan Lanjutan

Korban dan Proses Evakuasi

Insiden ini mengakibatkan empat orang meninggal dunia serta puluhan lainnya mengalami luka-luka. Seluruh korban telah dievakuasi ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.

Evaluasi Keselamatan Transportasi

Kecelakaan ini menjadi perhatian banyak pihak, khususnya terkait keselamatan di perlintasan sebidang. Diharapkan hasil investigasi nantinya dapat menjadi dasar perbaikan sistem keselamatan transportasi secara menyeluruh.

Exit mobile version