BeritaInternasional

Iran Tolak Negosiasi dengan AS, Tegaskan Tetap Lanjutkan Perlawanan

157
Sumber foto : detik.com
Sumber foto : detik.com

Toyotacibinong.id – Pemerintah Iran melalui Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi menyatakan tidak memiliki rencana untuk melakukan perundingan dengan Amerika Serikat di tengah konflik yang masih berlangsung.

Pernyataan ini muncul setelah Presiden AS Donald Trump mengungkapkan adanya proposal perdamaian dari pihak Washington.

Kebijakan Iran Fokus pada Perlawanan

Araghchi menegaskan bahwa kebijakan negaranya saat ini tetap berorientasi pada perlawanan terhadap tekanan dan serangan dari AS.

Negosiasi Dianggap Tanda Kekalahan

Menurutnya, membuka pembicaraan dalam situasi saat ini justru akan diartikan sebagai bentuk pengakuan atas kekalahan. Oleh karena itu, Iran memilih untuk tidak memasuki jalur diplomasi dalam waktu dekat.

Ia menegaskan bahwa sikap tersebut diambil berdasarkan prinsip dan kepentingan nasional Iran.

Iran Klaim AS Gagal Capai Target

Dalam pernyataannya, Araghchi juga menilai bahwa Amerika Serikat belum berhasil mencapai tujuan utama dalam konflik ini.

Target Militer dan Politik Dinilai Tidak Tercapai

Ia menyebut Washington gagal meraih kemenangan cepat di medan perang serta tidak mampu mendorong perubahan kepemimpinan di Teheran.

Hal ini, menurut Iran, menunjukkan bahwa strategi yang diterapkan AS belum membuahkan hasil yang diharapkan.

Seruan untuk Negara Tetangga

Selain itu, Iran juga mengimbau negara-negara di kawasan untuk tidak terlibat atau terlalu dekat dengan kebijakan Amerika Serikat.

Iran Tegaskan Kedaulatan dan Keamanan

Araghchi menekankan bahwa respons yang diberikan Iran selama konflik berlangsung menjadi bukti bahwa negaranya mampu menjaga keamanan dan kedaulatan tanpa tekanan dari pihak luar.

Dengan sikap tegas ini, Iran menunjukkan bahwa konflik dengan Amerika Serikat masih akan berlanjut tanpa adanya tanda-tanda perundingan dalam waktu dekat.

Exit mobile version