BeritaKriminal

BNN Ungkap Laboratorium Narkoba Jaringan Rusia di Bali, Dua WNA Ditangkap

196
Sumber foto : Liputan6.com
Sumber foto : Liputan6.com

Toyotacibinong.id – Aparat penegak hukum berhasil membongkar sebuah laboratorium narkotika sintetis yang diduga dikendalikan jaringan internasional asal Rusia di Bali. Pengungkapan ini dilakukan oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) bersama sejumlah instansi terkait dalam operasi gabungan yang berlangsung sejak awal 2026.

Laboratorium tersebut ditemukan di kawasan The Lavana De’Bale Marcapada, Pering, Kecamatan Blahbatuh, Kabupaten Gianyar. Dari penggerebekan itu, petugas menangkap dua warga negara asing asal Rusia yang diduga terlibat dalam produksi serta distribusi narkotika jenis mephedrone.

Operasi Gabungan BNN Berhasil Bongkar Clandestine Lab

Kerja Sama Banyak Instansi

Kepala Badan Narkotika Nasional, Suyudi Ario Seto, menjelaskan bahwa keberhasilan tersebut merupakan hasil operasi bersama yang melibatkan sejumlah lembaga.

Operasi tersebut melibatkan kerja sama dengan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Direktorat Jenderal Imigrasi, serta Kepolisian Daerah Bali. Tim gabungan telah melakukan pemantauan intensif sejak Januari 2026 sebelum akhirnya mengungkap laboratorium ilegal tersebut.

Penangkapan Dua Warga Rusia

Dalam penggerebekan tersebut, petugas mengamankan dua tersangka warga negara Rusia berinisial NT alias KS (perempuan) dan ST (laki-laki). Keduanya diduga memiliki peran penting dalam proses pembuatan sekaligus peredaran narkotika sintetis jenis mephedrone yang dikenal sebagai salah satu “party drug”.

Produksi Mephedrone Dilakukan Secara Tersembunyi

Aktivitas Produksi Dilakukan Tengah Malam

Plt Deputi Pemberantasan BNN, Roy Hardi Siahaan, menyebut bahwa pengungkapan ini menjadi kasus terbesar yang pernah ditangani BNN terkait produksi mephedrone.

Selama berada di Bali sejak Januari 2026, kedua tersangka diketahui memproduksi narkotika tersebut secara mandiri di lokasi yang dijadikan laboratorium rahasia. Aktivitas pembuatan narkoba biasanya dilakukan pada malam hari, sekitar pukul 00.00 hingga 04.00 WITA.

Setelah melakukan pemantauan dan pembuntutan selama beberapa bulan, tim gabungan akhirnya melakukan penindakan pada 5 Maret 2026 sekitar pukul 23.45 WITA. Penangkapan dilakukan tepat setelah proses produksi selesai sehingga narkotika tersebut belum sempat diedarkan.

Barang Bukti Narkotika Siap Edar

Dari lokasi kejadian, petugas menemukan mephedrone dalam berbagai bentuk, mulai dari cairan hingga kristal serbuk yang siap dipasarkan. Selain itu, sejumlah bahan kimia yang digunakan sebagai prekursor juga turut diamankan.

Latar Belakang Tersangka Terungkap

Pendidikan Biologi Digunakan untuk Meracik Narkoba

Hasil pemeriksaan awal menunjukkan bahwa tersangka perempuan berinisial N memiliki latar belakang pendidikan di bidang biologi di Rusia. Pengetahuan tersebut diduga dimanfaatkan untuk meracik narkotika sintetis di laboratorium ilegal tersebut.

Salah Satu Pelaku Pernah Bertugas di Intelijen Militer

Sementara itu, tersangka ST mengaku pernah menjadi bagian dari militer Rusia dan bertugas di unit intelijen. Namun ia menyatakan sudah tidak aktif lagi karena mengalami gangguan kesehatan pada saraf di bagian punggung.

Menurut penyidik, jaringan ini menggunakan modus menyewa beberapa vila di Bali untuk menyamarkan kegiatan produksi narkotika agar tidak menimbulkan kecurigaan.

BNN Sita Narkotika dan Bahan Kimia dalam Jumlah Besar

Total Barang Bukti Hampir 8 Kilogram

Dalam penggerebekan tersebut, petugas menyita berbagai barang bukti, termasuk narkotika mephedrone berbentuk padatan sekitar 644 gram serta cairan sebanyak 7.250 mililiter. Jika dihitung secara keseluruhan, total berat bruto narkotika mencapai sekitar 7,8 kilogram.

Selain itu, tim juga menemukan bahan baku pembuatan narkotika berupa prekursor padat sekitar 2,6 kilogram dan cairan mencapai 219,7 liter.

Ditemukan Berbagai Peralatan Produksi

Beberapa jenis bahan kimia yang diamankan di antaranya ethyl acetate, alkohol 96 persen, dichloromethane, methylamine, hydrobromic acid, citric acid, serta toluene.

Petugas juga menyita berbagai peralatan yang digunakan untuk menjalankan laboratorium clandestine, seperti timbangan digital, alat pengering buah, masker respirator, kertas saring, erlenmeyer, panci, syringe, jeriken, hingga magnetic stirrer.

Exit mobile version