BeritaNasional

Prabowo Akui Banyak Belajar Politik dari NU dalam Penutupan Munas Alim Ulama

6
Sumber foto : detik.com
Sumber foto : detik.com

Toyotacibinong.id – Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pandangannya bahwa Nahdlatul Ulama (NU) memiliki peran penting dalam kehidupan berbangsa, termasuk dalam praktik politik di Indonesia. Hal itu ia sampaikan saat menghadiri penutupan Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama serta Konferensi Besar (Konbes) NU di Bangkalan, Madura, Jawa Timur.

Acara penutupan yang digelar di IAI Syaichona Mohammad Cholil tersebut dihadiri sejumlah tokoh nasional, termasuk para menteri, pimpinan lembaga negara, serta jajaran Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

Dalam kesempatan itu, Prabowo tampil dengan pakaian safari berwarna khaki dan peci, serta disambut langsung oleh para tokoh NU sebelum memberikan sambutan resmi.

Prabowo Sebut NU Jadi Contoh dalam Dunia Politik

Dalam pidatonya, Prabowo menyinggung keberadaan kader NU yang tersebar di berbagai lini, mulai dari organisasi kemasyarakatan hingga pemerintahan dan partai politik. Ia menyebut kondisi tersebut sebagai bukti kuatnya jaringan kaderisasi NU.

NU Dinilai Hadir di Banyak Ruang Politik

Prabowo menuturkan bahwa banyak tokoh berlatar NU kini mengisi posisi penting di kabinet maupun lembaga negara. Ia bahkan menyebut bahwa anggota NU dapat ditemukan di hampir seluruh partai politik di Indonesia.

Menurutnya, hal tersebut menunjukkan bahwa NU memiliki kemampuan besar dalam membentuk sumber daya manusia yang aktif di berbagai sektor kehidupan nasional.

Kelakar Prabowo: Belajar Politik dari NU

Dalam suasana yang penuh keakraban, Prabowo melontarkan candaan bahwa berbagai pihak seharusnya mencontoh cara NU dalam berpolitik. Ucapannya itu disambut tawa para hadirin di lokasi acara.

Ia menilai NU memiliki karakter unik karena mampu hadir di banyak ruang tanpa kehilangan identitasnya sebagai organisasi keagamaan.

Prabowo Ungkap Kedekatan Historis dengan NU

Prabowo juga menegaskan bahwa dirinya memiliki kedekatan emosional dan historis dengan kalangan Nahdlatul Ulama. Ia menyebut sudah mengenal lingkungan NU sejak masih kecil.

Punya Ikatan Keluarga dan Lingkungan NU

Ia mengungkapkan bahwa dirinya pernah tinggal berdekatan dengan keluarga tokoh NU di Jakarta serta memiliki garis keluarga yang terhubung dengan lingkungan organisasi tersebut.

Karena itu, Prabowo merasa tidak asing dengan nilai-nilai dan tradisi yang dijalankan dalam komunitas NU hingga saat ini.

NU Dinilai Nasionalis dan Patriotik

Dalam pidatonya, Prabowo juga menyoroti karakter NU yang dinilainya tidak hanya religius, tetapi juga memiliki jiwa nasionalisme dan patriotisme yang kuat.

Tradisi Lagu dan Cinta Tanah Air

Ia mencontohkan salah satu tradisi NU, termasuk lagu kebangsaan seperti “Ya Lal Wathon”, yang menurutnya mengandung nilai kecintaan terhadap tanah air bahkan sejak sebelum Indonesia merdeka.

Prabowo juga menyinggung kebiasaan jamaah NU yang menunjukkan semangat kebersamaan dan nasionalisme dalam setiap kegiatan organisasi.

Peran Ulama dan Kiai dalam Kehidupan Berbangsa

Prabowo menegaskan bahwa kiai dan ulama memiliki posisi penting karena kedekatan mereka dengan masyarakat, khususnya di tingkat akar rumput.

Dekat dengan Masyarakat Bawah

Menurutnya, para ulama memahami langsung kondisi sosial yang dihadapi rakyat kecil, terutama di wilayah pedesaan. Hal ini membuat mereka memiliki peran strategis dalam menyampaikan aspirasi masyarakat.

Ia juga menyebut bahwa peran tersebut sejalan dengan tugas aparat negara seperti TNI dan Polri yang juga berasal dari masyarakat.

Candaan Prabowo Soal Ulama dan Pemerintah

Di akhir sambutannya, Prabowo melontarkan candaan terkait hubungan antara ulama dan pemerintah. Ia mengatakan bahwa di lingkungan NU, dirinya harus mengikuti arahan para kiai, namun dalam konteks pemerintahan, ia berada pada posisi berbeda.

Ia menegaskan bahwa hubungan antara ulama dan pemimpin negara harus berjalan harmonis demi kepentingan bangsa, dengan menekankan pentingnya sinergi antara pemimpin agama dan pemimpin pemerintahan.

Exit mobile version