Toyotacibinong.id – Pemerintah Indonesia bersiap melakukan penyesuaian besar dalam pola impor energi nasional. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan, pembelian bahan bakar minyak (BBM) dan gas akan dialihkan ke Amerika Serikat, sementara pasokan dari kawasan Asia bakal dikurangi secara signifikan.
Kebijakan ini merupakan tindak lanjut dari kesepakatan perdagangan timbal balik antara Indonesia dan Amerika Serikat yang baru saja diteken kedua negara.
Indonesia Wajib Belanja Energi USD 15 Miliar dari AS
Dalam perjanjian Agreement on Reciprocal Trade (ART), Indonesia memiliki komitmen membeli komoditas energi dari Amerika Serikat senilai USD 15 miliar per tahun.
Pengumuman Resmi dalam Tiga Pekan
Bahlil menyampaikan bahwa rincian pengalihan impor tersebut akan diumumkan secara resmi dalam waktu sekitar tiga minggu ke depan.
Ia menjelaskan, pemerintah saat ini masih melakukan perhitungan detail terkait negara-negara yang volume impornya akan dikurangi, dengan Asia Tenggara disebut sebagai wilayah yang paling terdampak.
Asia, Timur Tengah, dan Afrika Jadi Sumber yang Dikurangi
Pengalihan Pasokan Tanpa Menambah Total Impor
Bahlil menegaskan, langkah ini tidak akan meningkatkan total impor energi Indonesia. Pemerintah hanya menggeser sumber pembelian dari beberapa negara ke Amerika Serikat.
Selain Asia Tenggara, pengurangan pasokan juga akan dilakukan terhadap sejumlah negara di kawasan Timur Tengah dan Afrika, namun dalam porsi yang lebih kecil.
Pemerintah Siapkan Aturan Agar Pertamina Tidak Terbebani
Harga Tetap Kompetitif dan Menguntungkan
Agar kebijakan berjalan lancar, Kementerian ESDM akan menyiapkan regulasi khusus supaya pelaksanaan impor tidak membebani PT Pertamina (Persero).
Bahlil menekankan bahwa pemerintah memastikan harga BBM, LPG, dan minyak mentah yang dibeli tetap memiliki nilai ekonomi yang kompetitif serta menguntungkan kedua negara.
Pembelian BBM dan LPG dari AS Jadi Bagian Kesepakatan Dagang
Implementasi Kesepakatan Prabowo–Trump
Sebelumnya, Bahlil menjelaskan bahwa alokasi USD 15 miliar tersebut mencakup pembelian BBM jadi, LPG, serta crude oil dari Amerika Serikat. Kesepakatan ini merupakan hasil perjanjian dagang yang ditandatangani Prabowo Subianto dan Donald Trump.
Langkah ini ditujukan untuk menyeimbangkan neraca perdagangan kedua negara tanpa menambah beban impor nasional.
Impor LPG dari AS Akan Ditingkatkan
Eksekusi Setelah Masa Evaluasi 90 Hari
Bahlil menambahkan, saat ini Indonesia mengimpor sekitar 7 juta ton LPG per tahun, dengan sebagian pasokan sudah berasal dari Amerika Serikat. Ke depan, porsi tersebut akan diperbesar.
Ia memastikan, setelah masa evaluasi 90 hari sesuai arahan Presiden berakhir, pemerintah akan langsung masuk ke tahap pelaksanaan kebijakan secara bertahap










