Toyotacibinong.id – Tiga anggota kelompok kriminal bersenjata (KKB) dilaporkan meninggal dunia setelah terjadi kontak senjata dengan aparat gabungan di kawasan KM 4 Logpon, Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, pada Jumat (17/7/2026).
Operasi tersebut melibatkan personel Satgas Operasi Damai Cartenz 2026, Polres Yahukimo, serta Kompi 3 Batalyon B Pelopor Satbrimob Polda Papua. Selain melumpuhkan tiga anggota KKB, petugas juga mengamankan sejumlah senjata api dan barang bukti lainnya dari lokasi kejadian.
Aparat Ungkap Identitas Anggota KKB yang Tewas
Kepala Operasi Damai Cartenz, Irjen Pol Faizal Ramadhani, menyampaikan bahwa hasil identifikasi menunjukkan ketiga anggota KKB yang tewas masing-masing berinisial Roni Rubis, Kumis Passae, dan Orgenes Bayage.
Menurut aparat, ketiganya merupakan bagian dari KKB Kodap XVI Yahukimo Batalyon Yamue yang dipimpin oleh Ronal Heluka, yang masih masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).
Operasi Berawal dari Informasi Intelijen
Penindakan dilakukan setelah aparat menerima informasi mengenai keberadaan kelompok bersenjata di kawasan Logpon KM 4, Distrik Dekai.
Hasil penyelidikan menunjukkan lokasi tersebut diduga digunakan sebagai tempat berkumpul dan beraktivitas kelompok yang dipimpin Ronal Heluka. Setelah informasi diverifikasi, aparat gabungan kemudian melaksanakan operasi penegakan hukum untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan.
Diduga Terkait Sejumlah Aksi Kekerasan di Papua
Aparat menduga kelompok yang terlibat dalam kontak tembak memiliki kaitan dengan berbagai aksi kekerasan yang terjadi di wilayah Papua Pegunungan sejak tahun 2022.
Beberapa peristiwa yang sedang didalami antara lain pembunuhan anggota TNI Pratu Eka Yohan Kaize pada Desember 2022, penembakan terhadap kendaraan patroli Satgas Operasi Damai Cartenz pada Mei 2023, serta pembakaran kendaraan dinas milik Polres Yahukimo pada Januari 2025.
Selain itu, kelompok tersebut juga diduga terlibat dalam kasus penganiayaan terhadap seorang warga pada Juni 2025, pembunuhan Indra Guru Wardana yang disertai pembakaran rumah di Kabupaten Asmat pada September 2025, serta sejumlah insiden kekerasan lainnya di Papua.
Polisi Amankan Senjata Api dan Puluhan Amunisi
Dari lokasi operasi, aparat menyita tiga pucuk senjata api, 43 butir amunisi kaliber 5,56 milimeter, dua kapak, dua senjata tajam berupa pisau panjang, satu perangkat handy talky (HT), satu peredam senjata, tujuh telepon genggam, serta sejumlah barang bukti lain yang kini diamankan untuk kepentingan penyidikan.
Ketiga jenazah telah dievakuasi ke RSUD Dekai untuk proses identifikasi dan penanganan lebih lanjut.
Empat Orang Turut Dimintai Keterangan
Selain mengamankan berbagai barang bukti, aparat juga membawa empat orang berinisial OH, SM, MM, dan LM untuk menjalani pemeriksaan.
Mereka dimintai keterangan guna mendalami dugaan keterkaitan dengan kelompok kriminal bersenjata yang menjadi target operasi. Sementara itu, penyidik masih terus mengembangkan penyelidikan untuk mengungkap jaringan serta aktivitas kelompok tersebut di wilayah Yahukimo dan sekitarnya.










