Toyotacibinong.id – Insiden pembakaran pesawat milik AMA di Kampung Balinggama, Distrik Sobaham, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, menjadi perhatian aparat kepolisian. Pesawat tersebut diketahui tengah menjalankan penerbangan yang membawa misi kemanusiaan dan pelayanan keagamaan ke wilayah pedalaman.
Hingga kini, polisi masih mengumpulkan informasi mengenai kondisi pesawat, pilot, serta seluruh penumpang karena lokasi kejadian hanya dapat dijangkau melalui jalur udara.
Pesawat Membawa Misi Kemanusiaan ke Balinggama
Pesawat AMA dengan kode penerbangan PK-RCY berangkat dari Wamena menuju Balinggama dengan membawa seorang pilot berkewarganegaraan Amerika Serikat, Nicholas F. Goselin, bersama tujuh penumpang.
Penerbangan tersebut memiliki peran penting dalam mendukung pelayanan masyarakat di wilayah yang belum memiliki akses transportasi darat.
Polisi Soroti Pentingnya Penerbangan bagi Warga Pedalaman
Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz, Kombes Pol Yusuf Sutejo, menyampaikan bahwa pesawat tersebut bukan sekadar alat transportasi, tetapi juga menjadi sarana utama untuk mendukung kegiatan kemanusiaan, pelayanan sosial, hingga aktivitas keagamaan di kawasan Balinggama.
Menurutnya, masyarakat di wilayah tersebut sangat bergantung pada penerbangan karena kondisi geografis yang sulit dijangkau melalui jalur darat.
Tujuh Penumpang Berada di Dalam Pesawat
Berdasarkan manifest penerbangan, pesawat membawa tujuh penumpang yang ikut dalam perjalanan dari Wamena menuju Balinggama.
Daftar Penumpang Pesawat AMA
Adapun tujuh penumpang yang berada di dalam pesawat tersebut adalah:
- Eston Sobolim
- Kluenang Sobolim
- Toni Balingga
- Elina Sobolim
- Ona Sobolim
- Lisenia Balingga
- Vaince Amo Hoso
Seluruh penumpang bersama pilot masih menjadi bagian dari proses pendataan yang dilakukan aparat setelah insiden terjadi.
Balinggama Hanya Bisa Diakses Melalui Jalur Udara
Polisi menjelaskan bahwa Distrik Balingga merupakan salah satu wilayah di Papua Pegunungan yang belum memiliki akses jalan darat.
Bandara Perintis Jadi Satu-satunya Jalur Transportasi
Bandara Perintis Balingga berada pada ketinggian sekitar 2.292 meter di atas permukaan laut. Kondisi cuaca di kawasan tersebut membuat pesawat hanya dapat melakukan lepas landas maupun pendaratan pada pagi hari sebelum kabut tebal mulai menyelimuti wilayah tersebut.
Karena keterbatasan infrastruktur, penerbangan menjadi satu-satunya jalur distribusi logistik, pelayanan sosial, dan mobilitas masyarakat setempat.
Polisi Siapkan Evakuasi dan Masih Kumpulkan Informasi
Kapolres Yahukimo, AKBP Zet Salino, mengatakan aparat masih berupaya mengumpulkan informasi mengenai kondisi pesawat serta seluruh orang yang berada di dalamnya.
Lokasi Kejadian Sulit Dijangkau
Menurutnya, lokasi kejadian hanya dapat dicapai menggunakan pesawat dengan waktu tempuh sekitar 30 menit dari Dekai, ibu kota Kabupaten Yahukimo.
Selain menyiapkan rencana evakuasi, kepolisian juga terus melakukan koordinasi untuk memperoleh informasi lengkap terkait insiden tersebut, termasuk kondisi pilot dan para penumpang.










